Admin Berita

Dekan Ushuluddin Sampaikan Materi Daqu Methode pada Kegiatan Ramadhan Ceria di SMK Muhammadiyah 2 Tangerang

Fakultas Ushuluddin kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan menengah. Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Ramadhan Ceria yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 2 Tangerang pada Kamis, 26 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi tentang Daqu Methode sebagai pendekatan pembinaan spiritual yang menekankan kekuatan doa, kedisiplinan ibadah, dan pembentukan karakter Qur’ani. Di hadapan para siswa dan dewan guru, Dr. Mohamad Mualim menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk membangun kesadaran spiritual sekaligus integritas moral generasi muda. “Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan karakter. Daqu Methode mengajarkan kita untuk membangun kedekatan kepada Allah melalui doa yang terstruktur, disiplin ibadah, serta komitmen memperbaiki diri secara berkelanjutan,” ungkap beliau dalam pemaparannya. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi materi dan dialog interaktif, terutama saat membahas implementasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan pelajar dan tantangan remaja di era digital. Partisipasi Dekan Ushuluddin dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Ushuluddin terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata melalui penyebaran nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas Islam yang aplikatif di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkarakter Qur’ani.

Dekan Ushuluddin Sampaikan Materi Daqu Methode pada Kegiatan Ramadhan Ceria di SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Read Post »

Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA Hadiri Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah dan Sarasehan Alim Ulama

Jakarta, 14 Februari 2026 – Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia, melalui Auditorium KH. M. Rasjidi, kembali menggelar sebuah acara penting dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan dan mempromosikan pemikiran tokoh ulama besar. Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, acara Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah dan Sarasehan Alim Ulama sukses diselenggarakan dengan mengundang sejumlah tokoh agama terkemuka. Acara yang bertempat di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umroh, Jakarta Pusat ini dihadiri oleh para pakar dan praktisi keagamaan, di antaranya Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, MA, Wakil Presiden Republik Indonesia, yang turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Selain itu, hadir pula Dr. KH. Umar Wahid, Dr. Kandar, MAP, Drs. KH. Abdul Mun’im, DZ, H. Romahurmuziy, dan Addin Jauharuddin sebagai narasumber. Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, mengungkapkan pentingnya memahami karya-karya besar ulama dalam konteks kekinian. “Karya KH. Abdul Wahab Hasbullah bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevansi yang sangat besar untuk pembangunan karakter bangsa. Bedah buku ini adalah langkah untuk menggali lebih dalam pemikiran yang bisa memberi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Mualim. Acara dimulai dengan pemaparan mengenai buku KH. Abdul Wahab Hasbullah, yang mengulas perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam mempertahankan ajaran Islam yang moderat dan mengedepankan kedamaian. Para narasumber memberikan pandangan mereka mengenai kontribusi KH. Abdul Wahab Hasbullah terhadap perkembangan Islam di Indonesia. Sarasehan Alim Ulama juga menjadi bagian penting dalam acara ini, dengan topik yang mengangkat isu-isu aktual di kalangan umat Islam Indonesia. Diskusi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk bertukar pikiran tentang tantangan dan solusi yang dapat diambil dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan di tengah masyarakat. Dengan tema yang penuh makna dan dukungan dari tokoh-tokoh besar, acara ini berhasil menginspirasi para peserta untuk terus memperdalam ilmu agama, serta mendorong semangat kebersamaan dalam membangun bangsa yang lebih baik.

Dekan Fakultas Ushuluddin Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA Hadiri Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah dan Sarasehan Alim Ulama Read Post »

Dosen Fakultas Ushuluddin IDAQU Laksanakan PkM di Pesantren Takhassus Cinagara Bogor: Penguatan Literasi Digital Al-Qur’an dan Hadis Berbasis AI

Bogor, 11 Februari 2026 — Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan literasi keislaman yang responsif terhadap perkembangan zaman melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, di Pesantren Takhassus Cinagara, Bogor. Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen dari dua program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin, yakni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Program Studi Ilmu Hadis. PkM ini dirancang sebagai bentuk kontribusi akademik dalam merespons tantangan distorsi pemahaman teks keagamaan yang marak beredar di ruang digital, khususnya media sosial. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengusung tema “Pendampingan Literasi Digital untuk Menangkal Distorsi Makna Ayat di Media Sosial.” Dalam sesi ini, para dosen memberikan penguatan metodologis terkait pentingnya memahami ayat Al-Qur’an secara komprehensif melalui pendekatan tafsir yang kontekstual, historis, dan berbasis disiplin keilmuan yang otoritatif. Peserta juga diajak untuk menganalisis contoh-contoh penyebaran ayat yang dipotong, dilepaskan dari konteksnya, atau digunakan untuk kepentingan ideologis tertentu di media sosial. Sementara itu, Program Studi Ilmu Hadis mengangkat tema “Pendampingan Literasi Hadis Digital Berbasis AI untuk Mendeteksi Hadis Lemah dan Hadis Palsu di Media Sosial.” Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengenalan metodologi takhrij hadis secara digital, pemanfaatan aplikasi dan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta strategi kritis dalam memverifikasi validitas hadis yang tersebar secara masif di ruang digital. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali santri dan civitas pesantren dengan keterampilan literasi hadis yang adaptif dan berbasis teknologi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para santri dan asatidz Pesantren Takhassus Cinagara. Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa problem distorsi ayat dan hadis di media sosial bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga tantangan epistemologis yang memerlukan penguatan metodologi dan etika bermedia. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA dalam tanggapannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi peran fakultas dalam menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan perkembangan teknologi kontemporer. “Fakultas Ushuluddin memiliki tanggung jawab akademik untuk memastikan bahwa otoritas keilmuan Al-Qur’an dan Hadis tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi digital. Pengabdian ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi pendampingan metodologis agar generasi pesantren mampu bersikap kritis, verifikatif, dan berintegritas dalam mengakses serta menyebarkan teks-teks keagamaan,” ungkap beliau. Beliau juga menegaskan bahwa integrasi antara literasi keagamaan dan literasi digital merupakan keniscayaan dalam konteks dakwah dan pendidikan Islam saat ini. Oleh karena itu, Fakultas Ushuluddin akan terus mengembangkan program-program pengabdian berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan PkM ini, Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pesantren dalam menjaga kemurnian pemahaman Al-Qur’an dan Hadis sekaligus memperkuat kapasitas literasi digital umat di era transformasi teknologi.

Dosen Fakultas Ushuluddin IDAQU Laksanakan PkM di Pesantren Takhassus Cinagara Bogor: Penguatan Literasi Digital Al-Qur’an dan Hadis Berbasis AI Read Post »

Mahasiswa Semester V Raih Prestasi Nasional, Islahul Ulum Harumkan Nama Kampus

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Islahul Ulum, mahasiswa Semester V, berhasil meraih sejumlah prestasi bergengsi dalam berbagai ajang lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, intelektual, dan dakwah mahasiswa Ushuluddin di kancah nasional. Prestasi pertama diraih Islahul Ulum sebagai Juara 2 Lomba Da’i Nasional yang diselenggarakan oleh HMPS Manajemen Dakwah UIN KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan pada 15 November 2025. Kompetisi ini mengusung tema “Dakwah Cerdas, Generasi Berkualitas” dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia. Dalam ajang tersebut, Islahul Ulum dinilai mampu menyampaikan pesan dakwah secara argumentatif, komunikatif, dan relevan dengan tantangan generasi muda masa kini. Prestasi berikutnya diraih pada 15 Desember 2025, ketika Islahul Ulum berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato dalam ajang “SIF 2025 (Syeikh Nurjati Islamic Festival)” yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Mahasiswa UIN Siber Syeikh Nurjati Cirebon. Dengan tema “Islam is My Way of Life: Islam Menuju Hati yang Tenang”, Islahul Ulum tampil meyakinkan melalui pidato yang kuat secara substansi keislaman, retorika, serta kedalaman pesan spiritual. Tidak berhenti di situ, Islahul Ulum kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Lomba Gen-Z in Dakwah Konten Kreator Tingkat Nasional dalam ajang “Qur’an Festival (Q-Fest)” yang diselenggarakan oleh BEM STIQ Multazam Kuningan, Jawa Barat, pada 9–10 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Menumbuhkan Mindset Qur’ani dalam Restorasi Peradaban Islam di Era Modernisasi”. Melalui konten dakwah kreatif berbasis media digital, Islahul Ulum dinilai berhasil menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara inovatif, kontekstual, dan mudah diterima oleh generasi muda. Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Islahul Ulum mencerminkan keberhasilan proses akademik dan pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan fakultas. “Prestasi yang diraih Islahul Ulum merupakan bukti bahwa mahasiswa Ushuluddin tidak hanya unggul dalam penguasaan keilmuan, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dakwah Islam secara kreatif, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujar Dr. Mohamad Mualim. Ia juga menegaskan bahwa fakultas akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik, dakwah, maupun kreativitas digital, sebagai bagian dari komitmen mencetak generasi intelektual muslim yang berdaya saing nasional dan berakhlak Qur’ani.

Mahasiswa Semester V Raih Prestasi Nasional, Islahul Ulum Harumkan Nama Kampus Read Post »

Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Raih Juara Taqdimul Qishshah di Sarmada Fest

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester III, Radjali Ritonga, berhasil meraih juara lomba Taqdimul Qishshah dalam ajang Lomba Bahasa Arab Sarmada Fest yang diselenggarakan pada 18 Desember secara daring. Dalam kompetisi tersebut, Radjali Ritonga menunjukkan kemampuan berbahasa Arab yang baik, penguasaan alur cerita yang kuat, serta teknik penyampaian yang komunikatif dan ekspresif. Penampilannya dinilai mampu merepresentasikan penguasaan kebahasaan sekaligus kreativitas mahasiswa dalam mengemas cerita berbahasa Arab secara menarik dan bermakna. Prestasi ini mendapat apresiasi dari Dekan, Dr. Mohamad Mualim, yang menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa sejak semester awal telah mampu menunjukkan kualitas akademik dan nonakademik yang unggul, khususnya dalam penguasaan Bahasa Arab sebagai instrumen utama dalam kajian Al-Qur’an dan Tafsir. “Prestasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya kuat dalam aspek teoretis, tetapi juga mampu mengaktualisasikan kompetensinya dalam forum kompetitif. Ini menjadi indikator positif bagi pembinaan akademik dan kebahasaan di lingkungan fakultas,” ujar Dr. Mohamad Mualim. Lebih lanjut, beliau berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, dan membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional. Sarmada Fest sendiri merupakan ajang kompetisi Bahasa Arab yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, dengan tujuan meningkatkan kompetensi kebahasaan, kreativitas, serta apresiasi terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan peradaban Islam. Keberhasilan Radjali Ritonga dalam ajang ini semakin menegaskan komitmen mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam meraih prestasi dan berkontribusi positif bagi dunia akademik.

Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Raih Juara Taqdimul Qishshah di Sarmada Fest Read Post »

Fakultas Ushuluddin IDAQU dan UIN Kudus Perpanjang Kerja Sama Akademik pada Forum Dekan PTKI

BANDUNG — Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an Jakarta (IDAQU) kembali memperkuat jejaring akademiknya melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Agreement (MOA) dengan Fakultas Ushuluddin UIN Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Desember 2024, bertempat di sela-sela agenda Forum Dekan Fakultas Ushuluddin PTKI se-Indonesia yang diadakan di Bandung. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, bersama Prof. Dr. H. Ahmad Atabik, Lc., M.A, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Kudus. Perpanjangan MOA ini menjadi momentum penting bagi kedua fakultas untuk melanjutkan berbagai program kolaborasi yang telah berjalan, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang lebih inovatif dan produktif. Dr. Mohamad Mualim menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Ushuluddin IDAQU dalam memperluas jejaring keilmuan, meningkatkan kualitas akademik, dan menghadirkan ruang sinergi antarlembaga. “Kerja sama ini bukan sekadar perpanjangan dokumen, tetapi penegasan bahwa Ushuluddin harus menjadi ruang yang aktif dalam menghadirkan kontribusi ilmiah dan sosial bagi umat. Bersama UIN Kudus, kami optimis dapat melahirkan program-program yang berdampak luas,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Atabik menyambut hangat keberlanjutan kemitraan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarfakultas Ushuluddin di tengah dinamika keilmuan yang semakin berkembang. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Ushuluddin UIN Kudus terbuka untuk memperkuat kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta seminar keilmuan. Perpanjangan MOA ini juga menjadi bukti nyata bahwa Forum Dekan tidak hanya menjadi ruang diskusi strategis, tetapi juga sarana mempererat kolaborasi akademik lintas institusi. Fakultas Ushuluddin IDAQU memandang momentum ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan tinggi keislaman di Indonesia. Kedua belah pihak menutup prosesi dengan harapan agar kerja sama ini terus melahirkan kontribusi nyata dalam pengembangan studi Al-Qur’an, hadis, dan keilmuan Ushuluddin yang relevan dengan tantangan zaman.

Fakultas Ushuluddin IDAQU dan UIN Kudus Perpanjang Kerja Sama Akademik pada Forum Dekan PTKI Read Post »

Scroll to Top