Berita

Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Raih Juara Taqdimul Qishshah di Sarmada Fest

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester III, Radjali Ritonga, berhasil meraih juara lomba Taqdimul Qishshah dalam ajang Lomba Bahasa Arab Sarmada Fest yang diselenggarakan pada 18 Desember secara daring. Dalam kompetisi tersebut, Radjali Ritonga menunjukkan kemampuan berbahasa Arab yang baik, penguasaan alur cerita yang kuat, serta teknik penyampaian yang komunikatif dan ekspresif. Penampilannya dinilai mampu merepresentasikan penguasaan kebahasaan sekaligus kreativitas mahasiswa dalam mengemas cerita berbahasa Arab secara menarik dan bermakna. Prestasi ini mendapat apresiasi dari Dekan, Dr. Mohamad Mualim, yang menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa sejak semester awal telah mampu menunjukkan kualitas akademik dan nonakademik yang unggul, khususnya dalam penguasaan Bahasa Arab sebagai instrumen utama dalam kajian Al-Qur’an dan Tafsir. “Prestasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya kuat dalam aspek teoretis, tetapi juga mampu mengaktualisasikan kompetensinya dalam forum kompetitif. Ini menjadi indikator positif bagi pembinaan akademik dan kebahasaan di lingkungan fakultas,” ujar Dr. Mohamad Mualim. Lebih lanjut, beliau berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi, dan membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional. Sarmada Fest sendiri merupakan ajang kompetisi Bahasa Arab yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, dengan tujuan meningkatkan kompetensi kebahasaan, kreativitas, serta apresiasi terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan peradaban Islam. Keberhasilan Radjali Ritonga dalam ajang ini semakin menegaskan komitmen mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam meraih prestasi dan berkontribusi positif bagi dunia akademik.

Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Raih Juara Taqdimul Qishshah di Sarmada Fest Read Post »

Fakultas Ushuluddin IDAQU dan UIN Kudus Perpanjang Kerja Sama Akademik pada Forum Dekan PTKI

BANDUNG — Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an Jakarta (IDAQU) kembali memperkuat jejaring akademiknya melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Agreement (MOA) dengan Fakultas Ushuluddin UIN Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Desember 2024, bertempat di sela-sela agenda Forum Dekan Fakultas Ushuluddin PTKI se-Indonesia yang diadakan di Bandung. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, bersama Prof. Dr. H. Ahmad Atabik, Lc., M.A, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Kudus. Perpanjangan MOA ini menjadi momentum penting bagi kedua fakultas untuk melanjutkan berbagai program kolaborasi yang telah berjalan, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang lebih inovatif dan produktif. Dr. Mohamad Mualim menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Ushuluddin IDAQU dalam memperluas jejaring keilmuan, meningkatkan kualitas akademik, dan menghadirkan ruang sinergi antarlembaga. “Kerja sama ini bukan sekadar perpanjangan dokumen, tetapi penegasan bahwa Ushuluddin harus menjadi ruang yang aktif dalam menghadirkan kontribusi ilmiah dan sosial bagi umat. Bersama UIN Kudus, kami optimis dapat melahirkan program-program yang berdampak luas,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Atabik menyambut hangat keberlanjutan kemitraan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarfakultas Ushuluddin di tengah dinamika keilmuan yang semakin berkembang. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Ushuluddin UIN Kudus terbuka untuk memperkuat kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta seminar keilmuan. Perpanjangan MOA ini juga menjadi bukti nyata bahwa Forum Dekan tidak hanya menjadi ruang diskusi strategis, tetapi juga sarana mempererat kolaborasi akademik lintas institusi. Fakultas Ushuluddin IDAQU memandang momentum ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan tinggi keislaman di Indonesia. Kedua belah pihak menutup prosesi dengan harapan agar kerja sama ini terus melahirkan kontribusi nyata dalam pengembangan studi Al-Qur’an, hadis, dan keilmuan Ushuluddin yang relevan dengan tantangan zaman.

Fakultas Ushuluddin IDAQU dan UIN Kudus Perpanjang Kerja Sama Akademik pada Forum Dekan PTKI Read Post »

Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Hadiri Rakernas Forum Dekan PTKI dan Ikut Rumuskan “Resolusi Shakti 2025”

BANDUNG — Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU), Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, menghadiri Rapat Kerja Nasional Forum Dekan (Fordek) Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang diselenggarakan pada 2–4 Desember 2025 di Hotel Shakti, Bandung. Forum nasional ini menjadi wadah strategis bagi para dekan untuk merumuskan langkah-langkah akademik dan kepemimpinan nilai dalam merespons krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan. Dengan mengangkat tema “Ekoteologi: Meneguhkan Peran Ushuluddin dalam Merawat Alam dan Kemanusiaan”, lebih dari 30 pimpinan fakultas Ushuluddin berkumpul untuk memperkuat peran keilmuan Ushuluddin dalam menjaga keberlanjutan alam dan kemanusiaan. Dalam forum tersebut, para peserta berhasil menyepakati sebuah dokumen penting bertajuk “Resolusi Shakti 2025”, yang berisi komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam. Resolusi ini merangkum delapan pilar gerakan yang saling berkelindan, mulai dari upaya reinterpretasi teologis guna menegaskan kembali peran manusia sebagai penjaga bumi, hingga transformasi kurikulum berbasis ekoteologi untuk menjadikan kampus sebagai laboratorium hidup yang ramah lingkungan. Rumusan tersebut juga menekankan pentingnya riset interdisipliner dalam melahirkan solusi konkret, penguatan pendampingan komunitas dan filantropi ekologis, serta pengembangan aliansi lintas sektor bersama berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, forum mendorong penerapan ekonomi regeneratif berlandaskan nilai Islam, pembentukan platform digital terbuka sebagai ruang edukasi dan kolaborasi, serta kampanye global yang menempatkan Indonesia sebagai rujukan ekoteologi Islam dunia. Para dekan sepakat bahwa persoalan ekologis tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis, tetapi memerlukan pembaruan spiritual, teologis, dan kultural, di mana Ushuluddin memegang posisi penting dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Rakernas juga menghasilkan keputusan signifikan dengan terpilihnya Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai Ketua Fordek Ushuluddin PTKI se-Indonesia periode 2025–2028. Ia menggantikan Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd, yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya sejak 2022. Di samping agenda utama, forum ini turut menunjukkan komitmen sosial para dekan melalui inisiatif donasi untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta aksi penanaman pohon di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai bentuk nyata kepedulian ekologis. Terkait keterlibatannya dalam kegiatan nasional ini, Dr. Mohamad Mualim menyampaikan apresiasi dan tekad untuk memperkuat kontribusi Fakultas Ushuluddin IDAQU dalam isu lingkungan dan kemanusiaan. Beliau menegaskan, “Rakernas ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi momentum untuk menegaskan kembali tanggung jawab moral dan ilmiah kita terhadap keberlangsungan alam. Fakultas Ushuluddin IDAQU siap berperan aktif dalam mengimplementasikan Resolusi Shakti 2025 sebagai ikhtiar kolektif menjaga bumi dan memuliakan kehidupan.” Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa kolaborasi antar-fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesia menjadi modal penting dalam membangun gerakan ekoteologi Islam yang berdaya guna dan berdampak luas. Dengan partisipasi aktif tersebut, Fakultas Ushuluddin IDAQU mempertegas komitmennya untuk terus hadir dalam percakapan nasional terkait isu lingkungan, sekaligus memperluas kontribusi akademik demi terwujudnya peradaban yang lebih lestari.

Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Hadiri Rakernas Forum Dekan PTKI dan Ikut Rumuskan “Resolusi Shakti 2025” Read Post »

Kaprodi Ilmu Hadis IDAQU, Dr. Asgar Muzakki Resmi Wisuda Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

JAKARTA — Kabar membahagiakan datang dari keluarga besar Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU). Kepala Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Asgar Muzakki, Lc., M.Ag, resmi menyelesaikan studi doktoralnya dan diwisuda oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa, 2 Desember 2025. Prestasi ini sekaligus meneguhkan komitmen Fakultas Ushuluddin IDAQU dalam menghadirkan tenaga pendidik yang unggul, berkompeten, dan terus berkembang dalam bidang ilmu-ilmu keislaman. Dr. Asgar Muzakki selama ini dikenal sebagai akademisi yang tekun mendalami kajian ilmu hadis, aktif menulis, serta berperan besar dalam pengembangan kurikulum dan mutu akademik di Prodi Ilmu Hadis IDAQU. Gelar doktor yang diraihnya tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan institusi yang terus mendorong lahirnya SDM unggul di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan tersebut.“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas capaian akademik Dr. Asgar Muzakki. Gelar doktor ini menjadi bukti kesungguhan beliau dalam mengembangkan ilmu hadis sekaligus memperkuat kualitas akademik di Fakultas Ushuluddin IDAQU. Semoga capaian ini membawa keberkahan dan berdampak nyata bagi kemajuan prodi dan institusi,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa peningkatan kualifikasi dosen merupakan bagian dari visi besar Fakultas Ushuluddin untuk menjadi pusat kajian keislaman yang unggul, inklusif, dan berdaya saing nasional. Wisuda doktor ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan wisudanya Dr. Asgar Muzakki, Fakultas Ushuluddin IDAQU semakin optimis dalam menghadirkan atmosfir akademik yang produktif dan inovatif, khususnya dalam bidang kajian hadis yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk kontribusi-kontribusi ilmiah yang lebih besar di masa mendatang.

Kaprodi Ilmu Hadis IDAQU, Dr. Asgar Muzakki Resmi Wisuda Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Read Post »

Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Jadi Narasumber dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Tangerang — Institut Daarul Qur’an Jakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan inklusif melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Hari Disabilitas Internasional yang digelar pada 2 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung atas kolaborasi Fakultas Ushuluddin IDAQU dengan PPPA Daarul Qur’an ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, peneliti, aktivis sosial, mahasiswa, serta para sahabat disabilitas. Pada momentum penting ini, Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA sebagai narasumber membawakan materi bertajuk “Jalan Juang Sahabat Tuli Menemukan Cahaya Al-Qur’an”. Dalam paparannya, Dr. Mualim menekankan pesan kuat Al-Qur’an tentang penghormatan martabat manusia tanpa kecuali, sebagaimana tercermin dalam Surah ‘Abasa. Ia menjelaskan bahwa teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam surah tersebut merupakan pesan abadi agar umat Islam tidak mengabaikan, merendahkan, atau meminggirkan kaum disabilitas. Menurutnya, ayat-ayat tersebut menjadi dasar teologis penting untuk membangun gerakan dakwah yang inklusif, ramah, dan memuliakan keberagaman kemampuan. “Surah ‘Abasa bukan sekadar kisah sejarah, tetapi pedoman etis bagi kita semua untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi sahabat disabilitas agar mereka dapat merasakan cahaya Al-Qur’an tanpa hambatan,” ujarnya. Seminar ini semakin semarak dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dari berbagai institusi nasional. Di antara yang hadir dan memberikan dukungan adalah perwakilan Kementerian Agama RI, BAZNAS, Dinas Sosial Kota Tangerang, Forum Zakat, CT Arsa Foundation, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, hingga para pimpinan PPPA Daarul Qur’an. Salah satu figur yang mendapat apresiasi besar dalam acara ini adalah Ibu Ida Zulfiya, SQ., S.Th.I., M.Ag, Pentashih Mushaf Al-Qur’an sekaligus pejuang hak-hak disabilitas yang berperan dalam kelahiran Al-Qur’an Bahasa Isyarat dan Al-Qur’an Braille sebagai ikhtiar membuka akses seluas-luasnya terhadap wahyu bagi seluruh umat. Keberhasilan penyelenggaraan agenda besar ini menjadi bukti bahwa Fakultas Ushuluddin IDAQU memiliki perhatian yang serius dalam membangun kultur akademik yang inklusif. Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Ida Kurnia Shofa, M.Ag, memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini dan menyatakan bahwa acara tersebut merupakan langkah konkrit fakultas dalam memastikan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat diakses oleh semua. “Kolaborasi ini menegaskan bahwa Ushuluddin tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Kita harus hadir, bekerja sama, dan bergerak bersama dalam memastikan ruang-ruang pendidikan terbuka bagi seluruh umat, termasuk sahabat disabilitas,” tuturnya. Sinergi antara Fakultas Ushuluddin IDAQU dan PPPA Daarul Qur’an dalam seminar nasional ini tidak hanya memperkuat kepedulian lembaga terhadap isu kemanusiaan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperluas kajian keislaman yang inklusif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif para pimpinan nasional dan kontribusi intelektual Dr. Mohamad Mualim sebagai narasumber utama, kegiatan ini menegaskan posisi IDAQU sebagai institusi yang terus mendorong transformasi sosial melalui nilai-nilai Qur’ani.

Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Jadi Narasumber dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Disabilitas Internasional Read Post »

Fakultas Ushuluddin IDAQU Berkolaborasi dengan PPPA Daarul Qur’an Sukses Gelar Seminar Nasional Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

Tangerang — Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) bersama PPPA Daarul Qur’an sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemahaman dan kepedulian terhadap pendidikan inklusif, khususnya di lingkungan perguruan tinggi berbasis keislaman. Acara yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pemerintah, dan pemangku kepentingan di bidang zakat, wakaf, filantropi sosial, dan layanan disabilitas. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu disabilitas bukan hanya agenda sosial, tetapi juga mandat keagamaan dan kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan. Sejumlah tamu kehormatan turut memberikan warna penting dalam kegiatan ini. Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, hadir melalui perwakilan Ibu Nur Uyun. Dari BAZNAS, Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec, yang membidangi Perencanaan, Kajian & Pengembangan, diwakili oleh Dr. Ahmad Hambali selaku Direktur Perencanaan Zakat Nasional. Turut hadir pula Bapak Mulyani, S.E., M.M., A.K., C.A., Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang; Bapak Wildhan Dewayana, S.T., M.Si., Ketua Umum Forum Zakat (FOZ); serta Bapak H. Abdul Aziz Sidqi, MA, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ). Hadir pula para pimpinan lembaga filantropi dan pendidikan seperti Dr. H.M. Wahib MH., M.Si., Direktur ZISWAF CT Arsa; Dr. Muhammad Anwar Sani, S.Sos.I., M.E., Ketua YDQN sekaligus Rektor Institut Daarul Qur’an Jakarta; serta Ibu Dwi Kartika Ningsih, S.E.I., M.M., Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an. Sementara itu, dari unsur LPMQ juga hadir Ibu Ida Zulfiya, SQ., S.Th.I., M.Ag, selaku Pentashih Mushaf Al-Qur’an dan pejang disabilitas melalui Al-Qur’an bahasa Isyarat dan Al-Qur’an Braille. Kehadiran mereka bersama mahasiswa, peneliti, akademisi, aktivis sosial, hingga komunitas disabilitas menunjukkan bahwa ruang IDAQU benar-benar terbuka untuk pendidikan inklusif, dialog publik, dan kolaborasi sosial-keagamaan. Dalam seminar ini, para narasumber dan peserta tidak hanya membahas wacana kebijakan disabilitas, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang peran lembaga keagamaan dalam memastikan akses setara bagi seluruh warga bangsa, termasuk kelompok difabel. Kolaborasi dengan PPPA Daarul Qur’an menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi IDAQU pada isu kemanusiaan yang lebih luas. Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA, dalam keterangannya mengapresiasi penuh kerja sama besar ini.“Alhamdulillah, kegiatan ini menunjukkan bahwa IDAQU hadir sebagai kampus yang inklusif dan humanis. Kolaborasi dengan PPPA Daarul Qur’an bukan hanya menghadirkan seminar, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, layanan, dan penghormatan. Kami akan terus memperkuat ruang-ruang dialog dan aksi nyata yang mendukung keberlanjutan pendidikan inklusif di Indonesia,” ujarnya. Melalui kolaborasi ini, Fakultas Ushuluddin IDAQU menegaskan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tanpa sekat, serta memperluas pengabdian keumatan melalui pendekatan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus meneguhkan IDAQU sebagai pusat literasi keagamaan yang responsif terhadap isu-isu sosial kontemporer.

Fakultas Ushuluddin IDAQU Berkolaborasi dengan PPPA Daarul Qur’an Sukses Gelar Seminar Nasional Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 Read Post »

Scroll to Top