
Bogor, 11 Februari 2026 — Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan literasi keislaman yang responsif terhadap perkembangan zaman melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, di Pesantren Takhassus Cinagara, Bogor. Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen dari dua program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin, yakni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Program Studi Ilmu Hadis. PkM ini dirancang sebagai bentuk kontribusi akademik dalam merespons tantangan distorsi pemahaman teks keagamaan yang marak beredar di ruang digital, khususnya media sosial.

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengusung tema “Pendampingan Literasi Digital untuk Menangkal Distorsi Makna Ayat di Media Sosial.” Dalam sesi ini, para dosen memberikan penguatan metodologis terkait pentingnya memahami ayat Al-Qur’an secara komprehensif melalui pendekatan tafsir yang kontekstual, historis, dan berbasis disiplin keilmuan yang otoritatif. Peserta juga diajak untuk menganalisis contoh-contoh penyebaran ayat yang dipotong, dilepaskan dari konteksnya, atau digunakan untuk kepentingan ideologis tertentu di media sosial. Sementara itu, Program Studi Ilmu Hadis mengangkat tema “Pendampingan Literasi Hadis Digital Berbasis AI untuk Mendeteksi Hadis Lemah dan Hadis Palsu di Media Sosial.” Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengenalan metodologi takhrij hadis secara digital, pemanfaatan aplikasi dan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta strategi kritis dalam memverifikasi validitas hadis yang tersebar secara masif di ruang digital. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali santri dan civitas pesantren dengan keterampilan literasi hadis yang adaptif dan berbasis teknologi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para santri dan asatidz Pesantren Takhassus Cinagara. Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa problem distorsi ayat dan hadis di media sosial bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga tantangan epistemologis yang memerlukan penguatan metodologi dan etika bermedia. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA dalam tanggapannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi peran fakultas dalam menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan perkembangan teknologi kontemporer. “Fakultas Ushuluddin memiliki tanggung jawab akademik untuk memastikan bahwa otoritas keilmuan Al-Qur’an dan Hadis tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi digital. Pengabdian ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi pendampingan metodologis agar generasi pesantren mampu bersikap kritis, verifikatif, dan berintegritas dalam mengakses serta menyebarkan teks-teks keagamaan,” ungkap beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa integrasi antara literasi keagamaan dan literasi digital merupakan keniscayaan dalam konteks dakwah dan pendidikan Islam saat ini. Oleh karena itu, Fakultas Ushuluddin akan terus mengembangkan program-program pengabdian berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan PkM ini, Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pesantren dalam menjaga kemurnian pemahaman Al-Qur’an dan Hadis sekaligus memperkuat kapasitas literasi digital umat di era transformasi teknologi.

