Admin Berita

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Sanad Khat Maghribi, Wujudkan Harmoni Keilmuan Al-Qur’an dan Seni Islam pada Wisuda Tahfizh Nasional

Tangerang, 6 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Fatih Dhermawan, mahasiswa semester VI, berhasil memperoleh Sanad Khat Maghribi, sebuah pengakuan keilmuan yang diberikan kepada penulis kaligrafi yang telah memenuhi standar kompetensi dalam tradisi transmisi seni khat Islam yang bersambung melalui jalur guru dan murid. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan beriringan dengan penguasaan tradisi seni Islam. Di tengah aktivitas perkuliahan yang padat, Fatih tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam mendalami dunia kaligrafi hingga berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran yang dipersyaratkan untuk memperoleh sanad. Dalam prosesnya, Fatih menempuh pembinaan secara intensif di bawah bimbingan Syeikh Belaid Hamidi dan Syeikh Alim Gema Alamsyah, dua figur yang dikenal memiliki otoritas keilmuan dalam bidang kaligrafi Islam. Melalui proses talaqqi, evaluasi karya, serta penyempurnaan teknik penulisan yang berlangsung secara bertahap, ia dinilai layak menerima sanad sebagai bentuk legitimasi keilmuan dalam Khat Maghribi. Keberhasilan tersebut semakin bernilai karena diraih di tengah berbagai tanggung jawab yang dijalankan sebagai mahasiswa aktif sekaligus pengajar kaligrafi. Selain mengikuti kegiatan akademik di kampus, Fatih juga terlibat dalam pembinaan seni khat bagi para santri dan peserta didik di lingkungan Daarul Qur’an. Aktivitas tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar, melainkan menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan kualitas keterampilannya. Dalam tradisi keilmuan Islam, sanad memiliki posisi yang sangat penting karena berfungsi sebagai jaminan otoritas dan kesinambungan ilmu. Hal ini tidak hanya berlaku pada disiplin ilmu Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga dalam bidang seni kaligrafi yang berkembang melalui proses transmisi langsung antara guru dan murid. Oleh sebab itu, perolehan sanad mencerminkan keberhasilan seseorang dalam menguasai aspek teoritis maupun praktis suatu cabang keilmuan sesuai standar yang ditetapkan oleh para ahli. Khat Maghribi sendiri merupakan salah satu corak kaligrafi Islam yang berkembang di kawasan Afrika Utara dan Andalusia. Karakter hurufnya yang unik, lentur, dan artistik menjadikannya memiliki identitas visual yang berbeda dibandingkan khat yang lebih populer di Indonesia seperti Naskhi, Tsuluts, atau Diwani. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap Khat Maghribi mulai meningkat seiring berkembangnya kajian dan pelatihan kaligrafi Islam di berbagai lembaga pendidikan. Keberhasilan Fatih menunjukkan bahwa generasi muda muslim memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan intelektual serta artistik Islam. Di samping menguasai kajian Al-Qur’an secara akademik, mahasiswa juga dapat berkontribusi melalui pengembangan seni Islam yang menjadi bagian dari peradaban dan khazanah keilmuan umat. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Fatih Dhermawan. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan semangat integrasi antara penguasaan ilmu, pengembangan bakat, dan komitmen terhadap pelestarian tradisi keilmuan Islam. “Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat kepada Saudara Fatih Dhermawan atas keberhasilannya memperoleh Sanad Khat Maghribi. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ushuluddin tidak hanya memiliki kemampuan akademik dalam bidang studi Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi lain yang berakar pada tradisi intelektual dan kebudayaan Islam. Sanad merupakan simbol tanggung jawab keilmuan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, mengasah potensi, serta menjaga semangat belajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin senantiasa mendukung berbagai aktivitas pengembangan diri mahasiswa, baik dalam bidang akademik, penelitian, tahfizh, seni Islam, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi umat. Keluarga besar Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta turut mengucapkan selamat atas capaian yang diraih oleh Fatih Dhermawan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan khazanah kaligrafi Islam serta memperkuat tradisi sanad sebagai salah satu pilar penting dalam peradaban keilmuan Islam.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Sanad Khat Maghribi, Wujudkan Harmoni Keilmuan Al-Qur’an dan Seni Islam pada Wisuda Tahfizh Nasional Read Post »

Alumni Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs Ṭayyibat an-Nasyr pada Wisuda Tahfizh Nasional

Tangerang, 6 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Maulida Fitriatunnisa berhasil meraih Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs Ṭarīq Ṭayyibat an-Nasyr dalam kegiatan Majelis Khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Masjid Nabawi Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang dan masuk dalam salah satu rangkaian acara Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) yang diselenggarakan oleh Daarul Qur’an. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan dalam menekuni disiplin ilmu Al-Qur’an, khususnya dalam bidang qira’at dan transmisi keilmuan Islam yang memiliki akar tradisi sangat kuat. Keberhasilan memperoleh sanad merupakan capaian yang tidak hanya menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar dan presisi, tetapi juga mencerminkan kedalaman proses pembelajaran yang ditempuh melalui bimbingan para ulama dan ahli qira’at yang memiliki mata rantai keilmuan yang terjaga. Dalam khazanah studi Al-Qur’an, sanad menempati posisi yang sangat penting sebagai instrumen otentifikasi transmisi ilmu. Tradisi ini menjadi salah satu karakteristik utama keilmuan Islam yang menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, keberhasilan memperoleh sanad tidak hanya dipandang sebagai capaian personal, melainkan juga sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan intelektual Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad. Riwayat Hafs melalui jalur Ṭayyibat an-Nasyr dikenal sebagai salah satu jalur qira’at yang memiliki standar akademik dan ketelitian tinggi. Para peserta yang mengikuti proses sanad diwajibkan menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an secara menyeluruh di hadapan guru, memperhatikan kaidah tajwid, makhārij al-ḥurūf, sifat-sifat huruf, serta berbagai aspek teknis lainnya yang menjadi bagian integral dalam disiplin ilmu qira’at. Setelah melalui proses talaqqi yang panjang dan serangkaian pengujian yang ketat, peserta yang memenuhi standar keilmuan berhak menerima sanad sebagai bentuk legitimasi akademik dalam transmisi bacaan Al-Qur’an. Keberhasilan Maulida Fitriatunnisa semakin memperkuat kontribusi alumni IAT IDAQU Jakarta dalam pengembangan kajian Al-Qur’an di tengah masyarakat. Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya dibekali kemampuan akademik dalam memahami dan menafsirkan teks suci, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam tradisi keilmuan Al-Qur’an yang hidup dan berkembang di dunia Islam. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Maulida Fitriatunnisa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari dedikasi yang panjang dalam menuntut ilmu serta komitmen untuk menjaga otoritas keilmuan Al-Qur’an melalui jalur sanad yang autentik. “Kami mengucapkan selamat kepada Saudari Maulida Fitriatunnisa atas capaian yang sangat membanggakan ini. Perolehan sanad Al-Qur’an bukan sekadar pengakuan atas kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan amanah keilmuan yang menghubungkan seorang pembelajar dengan mata rantai para ulama hingga Rasulullah ﷺ. Prestasi ini menjadi bukti bahwa tradisi akademik dan tradisi talaqqi dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi Qur’ani yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus otoritas keilmuan yang kuat,” ungkapnya. Lebih lanjut, beliau berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan tradisi sanad di Indonesia. Keluarga besar Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada Maulida Fitriatunnisa. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi sumber keberkahan, memberikan manfaat yang luas bagi umat, serta menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an dan menghidupkan tradisi keilmuan Islam yang bersanad.

Alumni Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs Ṭayyibat an-Nasyr pada Wisuda Tahfizh Nasional Read Post »

Mahasiswa IAT Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Predikat Wisudawan 30 Juz pada Wisuda Tahfizh Nasional 2026

Tangerang, 6 Juni 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Semester VI, Avandi Wahyu Kusuma, berhasil meraih predikat Wisudawan Tahfizh 30 Juz dalam ajang Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) 2026 yang diselenggarakan oleh Daarul Qur’an. Wisuda Tahfizh Nasional merupakan salah satu agenda prestisius yang mempertemukan para penghafal Al-Qur’an dari berbagai unit pendidikan dan lembaga yang berada dalam naungan Daarul Qur’an di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah penghargaan sekaligus penguatan semangat dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun 2026, para peserta mengikuti tahapan seleksi yang ketat, mulai dari proses validasi hafalan, evaluasi capaian, hingga pembinaan intensif yang dilaksanakan oleh para pembimbing dan penguji. Melalui rangkaian tersebut, setiap peserta ditetapkan pada kategori wisuda sesuai dengan tingkat hafalan yang berhasil dicapai. Keberhasilan Avandi Wahyu Kusuma menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz dan dinyatakan lulus sebagai wisudawan kategori tertinggi menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Prestasi tersebut mencerminkan dedikasi, konsistensi, serta komitmen yang kuat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an di tengah aktivitas akademik yang dijalani sebagai mahasiswa. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas intelektual, tetapi juga dapat berjalan selaras dengan pembentukan karakter Qur’ani. Sinergi antara tradisi keilmuan dan tradisi tahfizh menjadi salah satu ciri khas pendidikan yang terus dikembangkan di lingkungan Institut Daarul Qur’an Jakarta. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Avandi Wahyu Kusuma. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kesungguhan mahasiswa dalam memadukan aktivitas akademik dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an. “Kami mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Avandi Wahyu Kusuma atas capaian yang sangat membanggakan ini. Menjadi penghafal Al-Qur’an 30 juz di tengah tuntutan perkuliahan bukanlah perkara yang mudah. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ushuluddin mampu membangun keseimbangan antara kedalaman akademik dan komitmen spiritual. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam interaksi dengan Al-Qur’an,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau berharap keberhasilan tersebut dapat memperkuat budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an serta mendorong lahirnya generasi sarjana muslim yang tidak hanya unggul dalam kajian keislaman, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. Keluarga besar Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta menyampaikan ucapan selamat kepada Avandi Wahyu Kusuma atas prestasi yang diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu Al-Qur’an, dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi utama dalam kehidupan.

Mahasiswa IAT Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Predikat Wisudawan 30 Juz pada Wisuda Tahfizh Nasional 2026 Read Post »

FAKULTAS USHULUDDIN IDAQU GELAR PELATIHAN DASAR KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI BEKAL MAHASISWA MENUJU TUGAS AKHIR

Tangerang, 6 Juni 2026 – Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dasar Karya Tulis (PDKT) Ilmiah bagi mahasiswa Semester VI pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik fakultas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi penyusunan tugas akhir, baik dalam bentuk skripsi maupun artikel ilmiah yang berorientasi pada publikasi jurnal. Pelatihan yang berlangsung secara intensif ini menghadirkan para dosen Fakultas Ushuluddin sebagai narasumber sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan metodologis, teknis, dan praktis yang diperlukan dalam proses penelitian ilmiah. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ida Kurnia Shofa, M.Ag. yang membahas secara komprehensif tentang penelitian kualitatif dan bedah proposal penelitian. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan merumuskan masalah penelitian, membangun kerangka berpikir yang sistematis, serta menyusun proposal yang memiliki kebaruan (novelty) dan kontribusi akademik yang jelas. Selanjutnya, Muhammad Ghifari, S.Hd., M.Ag. memberikan penguatan mengenai metode penelitian kuantitatif, mulai dari penyusunan instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, hingga dasar-dasar analisis data yang relevan dengan kebutuhan penelitian mahasiswa. Pada sesi berikutnya, Dr. Muhammad Asgar Muzaki mengangkat tema yang sangat aktual mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian akademik. Beliau menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas proses riset, pencarian referensi, pengelolaan data, hingga penyuntingan naskah. Namun demikian, AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik peneliti. Materi mengenai literasi sumber rujukan digital disampaikan oleh Khoirun Nidhom, Lc., M.A. melalui pelatihan penggunaan Maktabah Syamilah. Mahasiswa diperkenalkan pada teknik pencarian literatur klasik dan kontemporer secara efektif untuk mendukung penelitian di bidang ilmu-ilmu keislaman, khususnya kajian Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran Islam. Sementara itu, Abil Ash, M.Ag. memberikan pelatihan teknis penggunaan Mendeley Reference Manager sebagai perangkat pengelola sitasi dan daftar pustaka. Melalui sesi ini, mahasiswa dibimbing untuk menerapkan standar penulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah akademik dan etika publikasi. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta melakukan praktik langsung terkait penyusunan proposal, penelusuran referensi, hingga penggunaan perangkat pendukung penelitian. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pelatihan Dasar Karya Tulis Ilmiah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan Fakultas Ushuluddin. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pembekalan teknis menjelang penyusunan skripsi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya tradisi akademik yang kuat di kalangan mahasiswa. Kemampuan menulis karya ilmiah merupakan kompetensi penting bagi seorang sarjana, terlebih bagi mahasiswa Ushuluddin yang dituntut mampu menghasilkan kajian-kajian keislaman yang kritis, relevan, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan metodologi penelitian, literasi digital, pemanfaatan teknologi AI secara etis, serta kemampuan mengelola referensi akademik merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari dunia akademik kontemporer. Melalui kegiatan PDKT Ilmiah ini, Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta berharap mahasiswa Semester VI dapat lebih siap memasuki tahap penelitian tugas akhir dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang memadai sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

FAKULTAS USHULUDDIN IDAQU GELAR PELATIHAN DASAR KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI BEKAL MAHASISWA MENUJU TUGAS AKHIR Read Post »

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Raih Prestasi Gemilang pada Ajang STQ Kecamatan Cipondoh

Fakultas Ushuluddin kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian gemilang para mahasiswanya dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Cipondoh pada 29 April 2026. Dua mahasiswa dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) berhasil meraih juara pada cabang yang berbeda. Nazwa Choirunnisa, mahasiswi IAT semester IV, berhasil meraih Juara 2 Cabang Hifdzul Qur’an 10 Juz Putri. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan dedikasi tinggi dalam menjaga serta menghafal Al-Qur’an secara sistematis dan berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa IAT semester II, Ubaidillah, juga berhasil mengharumkan nama fakultas dengan meraih Juara 1 Kategori Khat Al-Qur’an Putra. Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan estetika dan ketekunan dalam seni penulisan Al-Qur’an yang tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kedalaman spiritual. Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Dalam keterangannya, beliau menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Ushuluddin tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an secara praktis. “Prestasi ini adalah manifestasi dari kesungguhan mahasiswa dalam menginternalisasi Al-Qur’an, baik melalui hafalan maupun seni penulisannya. Kami sangat mengapresiasi capaian ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam syiar Al-Qur’an,” ungkap beliau. Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat akademik dan spiritual di lingkungan Fakultas Ushuluddin, sekaligus meneguhkan peran mahasiswa sebagai representasi generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Raih Prestasi Gemilang pada Ajang STQ Kecamatan Cipondoh Read Post »

Fakultas Ushuluddin Gelar Workshop Kurikulum OBE, Perkuat Transformasi Akademik Berbasis Outcome

Senin, 20 April 2026 — Fakultas Ushuluddin menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan di era global. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Isman Iskandar, M.Sos, yang saat ini menjabat sebagai Kepala LPM Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Workshop ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, para Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Ilmu Hadis, serta seluruh dosen dari kedua program studi tersebut. Partisipasi berlangsung secara hybrid, baik secara luring maupun daring, menunjukkan antusiasme dan komitmen sivitas akademika dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Kegiatan ini juga menghadirkan rektor Institut Daarul Qur’an Jakarta, Dr. Muhammad Anwar Sani, S.Sos.I., ME, Rektor Institut Daarul Qur’an Jakarta, yang memberikan perspektif strategis mengenai pentingnya transformasi kurikulum dalam menjawab tantangan zaman. Beliau menekankan bahwa keberhasilan implementasi OBE sangat ditentukan oleh konsistensi institusi dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum secara berkelanjutan. “Perguruan tinggi hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teks, tetapi juga mampu mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan nyata. Di sinilah OBE berperan sebagai jembatan antara keilmuan dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., MA dalam sambutannya juga menegaskan bahwa implementasi kurikulum OBE merupakan keniscayaan dalam sistem pendidikan tinggi saat ini. “Kurikulum OBE bukan sekadar perubahan administratif, melainkan transformasi paradigma pembelajaran yang menempatkan capaian lulusan sebagai orientasi utama. Oleh karena itu, workshop ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, integratif, dan berdaya saing,” ujarnya. Materi yang disampaikan oleh Dr. Isman Iskandar, M.Sos mencakup konsep dasar OBE, penyusunan learning outcomes, hingga strategi implementasi dan evaluasi kurikulum berbasis capaian. Diskusi interaktif yang berlangsung selama workshop menunjukkan tingginya keterlibatan peserta dalam menggali dan mengembangkan desain kurikulum yang lebih aplikatif dan kontekstual. Dengan terselenggaranya workshop ini, Fakultas Ushuluddin diharapkan mampu memperkuat kualitas kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Fakultas Ushuluddin Gelar Workshop Kurikulum OBE, Perkuat Transformasi Akademik Berbasis Outcome Read Post »

Scroll to Top