Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta Raih Sanad Khat Maghribi, Wujudkan Harmoni Keilmuan Al-Qur’an dan Seni Islam pada Wisuda Tahfizh Nasional

Tangerang, 6 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Fatih Dhermawan, mahasiswa semester VI, berhasil memperoleh Sanad Khat Maghribi, sebuah pengakuan keilmuan yang diberikan kepada penulis kaligrafi yang telah memenuhi standar kompetensi dalam tradisi transmisi seni khat Islam yang bersambung melalui jalur guru dan murid. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan beriringan dengan penguasaan tradisi seni Islam. Di tengah aktivitas perkuliahan yang padat, Fatih tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam mendalami dunia kaligrafi hingga berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran yang dipersyaratkan untuk memperoleh sanad.

Dalam prosesnya, Fatih menempuh pembinaan secara intensif di bawah bimbingan Syeikh Belaid Hamidi dan Syeikh Alim Gema Alamsyah, dua figur yang dikenal memiliki otoritas keilmuan dalam bidang kaligrafi Islam. Melalui proses talaqqi, evaluasi karya, serta penyempurnaan teknik penulisan yang berlangsung secara bertahap, ia dinilai layak menerima sanad sebagai bentuk legitimasi keilmuan dalam Khat Maghribi. Keberhasilan tersebut semakin bernilai karena diraih di tengah berbagai tanggung jawab yang dijalankan sebagai mahasiswa aktif sekaligus pengajar kaligrafi. Selain mengikuti kegiatan akademik di kampus, Fatih juga terlibat dalam pembinaan seni khat bagi para santri dan peserta didik di lingkungan Daarul Qur’an. Aktivitas tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar, melainkan menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan kualitas keterampilannya.

Dalam tradisi keilmuan Islam, sanad memiliki posisi yang sangat penting karena berfungsi sebagai jaminan otoritas dan kesinambungan ilmu. Hal ini tidak hanya berlaku pada disiplin ilmu Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga dalam bidang seni kaligrafi yang berkembang melalui proses transmisi langsung antara guru dan murid. Oleh sebab itu, perolehan sanad mencerminkan keberhasilan seseorang dalam menguasai aspek teoritis maupun praktis suatu cabang keilmuan sesuai standar yang ditetapkan oleh para ahli. Khat Maghribi sendiri merupakan salah satu corak kaligrafi Islam yang berkembang di kawasan Afrika Utara dan Andalusia. Karakter hurufnya yang unik, lentur, dan artistik menjadikannya memiliki identitas visual yang berbeda dibandingkan khat yang lebih populer di Indonesia seperti Naskhi, Tsuluts, atau Diwani. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap Khat Maghribi mulai meningkat seiring berkembangnya kajian dan pelatihan kaligrafi Islam di berbagai lembaga pendidikan.

Keberhasilan Fatih menunjukkan bahwa generasi muda muslim memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan intelektual serta artistik Islam. Di samping menguasai kajian Al-Qur’an secara akademik, mahasiswa juga dapat berkontribusi melalui pengembangan seni Islam yang menjadi bagian dari peradaban dan khazanah keilmuan umat. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Fatih Dhermawan. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan semangat integrasi antara penguasaan ilmu, pengembangan bakat, dan komitmen terhadap pelestarian tradisi keilmuan Islam.

“Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat kepada Saudara Fatih Dhermawan atas keberhasilannya memperoleh Sanad Khat Maghribi. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ushuluddin tidak hanya memiliki kemampuan akademik dalam bidang studi Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi lain yang berakar pada tradisi intelektual dan kebudayaan Islam. Sanad merupakan simbol tanggung jawab keilmuan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, mengasah potensi, serta menjaga semangat belajar sepanjang hayat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin senantiasa mendukung berbagai aktivitas pengembangan diri mahasiswa, baik dalam bidang akademik, penelitian, tahfizh, seni Islam, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi umat. Keluarga besar Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta turut mengucapkan selamat atas capaian yang diraih oleh Fatih Dhermawan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan khazanah kaligrafi Islam serta memperkuat tradisi sanad sebagai salah satu pilar penting dalam peradaban keilmuan Islam.

Scroll to Top