
Tangerang, 6 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Maulida Fitriatunnisa berhasil meraih Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs Ṭarīq Ṭayyibat an-Nasyr dalam kegiatan Majelis Khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Masjid Nabawi Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang dan masuk dalam salah satu rangkaian acara Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) yang diselenggarakan oleh Daarul Qur’an.

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan dalam menekuni disiplin ilmu Al-Qur’an, khususnya dalam bidang qira’at dan transmisi keilmuan Islam yang memiliki akar tradisi sangat kuat. Keberhasilan memperoleh sanad merupakan capaian yang tidak hanya menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar dan presisi, tetapi juga mencerminkan kedalaman proses pembelajaran yang ditempuh melalui bimbingan para ulama dan ahli qira’at yang memiliki mata rantai keilmuan yang terjaga.
Dalam khazanah studi Al-Qur’an, sanad menempati posisi yang sangat penting sebagai instrumen otentifikasi transmisi ilmu. Tradisi ini menjadi salah satu karakteristik utama keilmuan Islam yang menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, keberhasilan memperoleh sanad tidak hanya dipandang sebagai capaian personal, melainkan juga sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan intelektual Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Riwayat Hafs melalui jalur Ṭayyibat an-Nasyr dikenal sebagai salah satu jalur qira’at yang memiliki standar akademik dan ketelitian tinggi. Para peserta yang mengikuti proses sanad diwajibkan menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an secara menyeluruh di hadapan guru, memperhatikan kaidah tajwid, makhārij al-ḥurūf, sifat-sifat huruf, serta berbagai aspek teknis lainnya yang menjadi bagian integral dalam disiplin ilmu qira’at. Setelah melalui proses talaqqi yang panjang dan serangkaian pengujian yang ketat, peserta yang memenuhi standar keilmuan berhak menerima sanad sebagai bentuk legitimasi akademik dalam transmisi bacaan Al-Qur’an.
Keberhasilan Maulida Fitriatunnisa semakin memperkuat kontribusi alumni IAT IDAQU Jakarta dalam pengembangan kajian Al-Qur’an di tengah masyarakat. Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak hanya dibekali kemampuan akademik dalam memahami dan menafsirkan teks suci, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam tradisi keilmuan Al-Qur’an yang hidup dan berkembang di dunia Islam. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Maulida Fitriatunnisa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari dedikasi yang panjang dalam menuntut ilmu serta komitmen untuk menjaga otoritas keilmuan Al-Qur’an melalui jalur sanad yang autentik.
“Kami mengucapkan selamat kepada Saudari Maulida Fitriatunnisa atas capaian yang sangat membanggakan ini. Perolehan sanad Al-Qur’an bukan sekadar pengakuan atas kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan amanah keilmuan yang menghubungkan seorang pembelajar dengan mata rantai para ulama hingga Rasulullah ﷺ. Prestasi ini menjadi bukti bahwa tradisi akademik dan tradisi talaqqi dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi Qur’ani yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus otoritas keilmuan yang kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan tradisi sanad di Indonesia. Keluarga besar Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada Maulida Fitriatunnisa. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi sumber keberkahan, memberikan manfaat yang luas bagi umat, serta menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an dan menghidupkan tradisi keilmuan Islam yang bersanad.

