
Tangerang, 6 Juni 2026 – Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dasar Karya Tulis (PDKT) Ilmiah bagi mahasiswa Semester VI pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik fakultas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi penyusunan tugas akhir, baik dalam bentuk skripsi maupun artikel ilmiah yang berorientasi pada publikasi jurnal.

Pelatihan yang berlangsung secara intensif ini menghadirkan para dosen Fakultas Ushuluddin sebagai narasumber sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan metodologis, teknis, dan praktis yang diperlukan dalam proses penelitian ilmiah. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ida Kurnia Shofa, M.Ag. yang membahas secara komprehensif tentang penelitian kualitatif dan bedah proposal penelitian. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan merumuskan masalah penelitian, membangun kerangka berpikir yang sistematis, serta menyusun proposal yang memiliki kebaruan (novelty) dan kontribusi akademik yang jelas.
Selanjutnya, Muhammad Ghifari, S.Hd., M.Ag. memberikan penguatan mengenai metode penelitian kuantitatif, mulai dari penyusunan instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, hingga dasar-dasar analisis data yang relevan dengan kebutuhan penelitian mahasiswa. Pada sesi berikutnya, Dr. Muhammad Asgar Muzaki mengangkat tema yang sangat aktual mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian akademik. Beliau menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas proses riset, pencarian referensi, pengelolaan data, hingga penyuntingan naskah. Namun demikian, AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik peneliti.
Materi mengenai literasi sumber rujukan digital disampaikan oleh Khoirun Nidhom, Lc., M.A. melalui pelatihan penggunaan Maktabah Syamilah. Mahasiswa diperkenalkan pada teknik pencarian literatur klasik dan kontemporer secara efektif untuk mendukung penelitian di bidang ilmu-ilmu keislaman, khususnya kajian Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran Islam. Sementara itu, Abil Ash, M.Ag. memberikan pelatihan teknis penggunaan Mendeley Reference Manager sebagai perangkat pengelola sitasi dan daftar pustaka. Melalui sesi ini, mahasiswa dibimbing untuk menerapkan standar penulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah akademik dan etika publikasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta melakukan praktik langsung terkait penyusunan proposal, penelusuran referensi, hingga penggunaan perangkat pendukung penelitian. Dekan Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pelatihan Dasar Karya Tulis Ilmiah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan Fakultas Ushuluddin.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pembekalan teknis menjelang penyusunan skripsi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya tradisi akademik yang kuat di kalangan mahasiswa. Kemampuan menulis karya ilmiah merupakan kompetensi penting bagi seorang sarjana, terlebih bagi mahasiswa Ushuluddin yang dituntut mampu menghasilkan kajian-kajian keislaman yang kritis, relevan, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan metodologi penelitian, literasi digital, pemanfaatan teknologi AI secara etis, serta kemampuan mengelola referensi akademik merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari dunia akademik kontemporer. Melalui kegiatan PDKT Ilmiah ini, Fakultas Ushuluddin IDAQU Jakarta berharap mahasiswa Semester VI dapat lebih siap memasuki tahap penelitian tugas akhir dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang memadai sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

