Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Sukses Mengikuti Wisuda Itqanul Hifzhi Tahun 2026, Dekan Berikan Apresiasi

Tangerang, 14 Juni 2026 – Fakultas Ushuluddin kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan melalui keberhasilan sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dalam mengikuti Wisuda Itqanul Hifzhi Tahun 2026. Prosesi wisuda tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan akademik di lingkungan fakultas berjalan beriringan dengan pembinaan spiritual, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang mengikuti Wisuda Itqānul Ḥifẓi Tahun 2026 terdiri atas Rajali, Zainul Alim, Anisa Umaroh, Nurhayati, Aidil Nila, Anisa Salsabila, Hasna Faauziyyah, Reni Agisna Putri, dan Zulfia Inta Fadhilah. Keberhasilan mereka merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan, serta istiqamah dalam menjaga dan menyempurnakan hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan menjalani aktivitas perkuliahan. Prestasi tersebut sekaligus mencerminkan semangat mahasiswa IAT dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam pengembangan keilmuan dan pembentukan karakter.

Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Mohamad Mualim, Lc., M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan mengikuti Wisuda Itqānul Ḥifẓi bukan hanya menunjukkan kemampuan dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga menjadi indikator kesungguhan mahasiswa dalam membangun kedekatan dengan kitab suci yang menjadi objek utama kajian keilmuan mereka. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga, memahami, mengkaji, sekaligus mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang telah berhasil mengikuti Wisuda Itqānul Ḥifẓi Tahun 2026. Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi fakultas sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Ushuluddin mampu mengintegrasikan prestasi akademik dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Namun, saya berharap pencapaian ini tidak menjadi titik akhir dari perjalanan menghafal Al-Qur’an. Justru wisuda Itqanul Hifzhi harus menjadi motivasi untuk terus menambah, menjaga, dan memutqinkan hafalan hingga mencapai 30 juz secara mutqin. Harapan kami, sebelum menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda sarjana, mahasiswa Fakultas Ushuluddin, dapat memaksimalkan hafalan 30 juz dengan kualitas hafalan yang kuat, sehingga mereka benar-benar menjadi sarjana Al-Qur’an yang memiliki kompetensi akademik sekaligus otoritas moral dan spiritual dalam mengemban amanah keilmuan di tengah masyarakat,” ujar Dr. Mohamad Mualim.

Beliau juga menambahkan bahwa Fakultas Ushuluddin akan terus memperkuat budaya akademik yang berpadu dengan tradisi tahfiz Al-Qur’an melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan. Menurutnya, lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir idealnya tidak hanya menguasai metodologi tafsir dan ulumul Qur’an, tetapi juga memiliki hafalan Al-Qur’an yang mutqin sebagai fondasi utama dalam memahami, menafsirkan, dan mengajarkan Al-Qur’an secara komprehensif.

Keberhasilan sembilan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam mengikuti Wisuda Itqanul Hifzhi Tahun 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui penguasaan ilmu, penguatan hafalan Al-Qur’an, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat tersebut, Fakultas Ushuluddin berkomitmen untuk terus melahirkan generasi intelektual Qur’ani yang unggul, berintegritas, dan memiliki kompetensi akademik yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga ketika menyandang gelar sarjana, mereka tidak hanya diakui karena keluasan ilmunya, tetapi juga karena kematangan hafalan dan kedalaman penghayatannya terhadap Kalamullah.

Scroll to Top