• 021 31 118 118
  • info@idaqu.ac.id
  • Cipondoh, Tangerang, Banten

Sejarah Fakultas Ushuluddin

Fakultas Ushuluddin merupakan salah satu dari tiga fakultas yang ada dalam lingkungan Institut Daarul Qur’an Jakarta yang dikelola oleh Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, dan secara teknis akademis dibina oleh Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah I DKI Jakarta dan Banten.

Secara historis, Fakultas Ushuluddin termasuk fakultas yang paling awal berdiri bersamaan dengan didirikannya Institut Daarul Qur’an Jakarta ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 116 Tahun 2020 tentang izin Pendirian Institut Daarul Qur’an Jakarta.

Institut Daarul Qur’an atau disingkat Idaqu diresmikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi, pada hari Kamis, 5 Maret 2020. Menteri Agama Fachrul Razi dalam kesempatan tersebut menyerahkan Surat Keputusan Menag RI tentang Izin Pendirian Institut Daarul Qur’an yang diterima langsung oleh pimpinan Daarul Qur’an KH. Yusuf Mansyur. 

Diresmikannya Institut Daarul Qur’an Jakarta oleh Menag pada saat itu sekaligus juga menandai secara resmi berdirinya Fakultas Ushuluddin bersama dua fakultas yang lain, yaitu Fakultas Trabiyah dan Keguruan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Dr. H. Mohammad Muallim Lc. M.A. dipercayakan memimpin Fakultas Ushuluddin sebagai dekan pertama dan didampingi oleh Muhammad Ghifari, S.Hd., M.Ag. sebagai wakil dekan.

Pada saat resmi berdiri, Fakultas Ushuluddin langsung membuka dua program studi, yaitu Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dan Program Studi Ilmu Hadis (IH). Kaprodi pertama IAT diamanahkan kepada Khoirun Nidhom, Lc. M.A. dan kaprodi pertama IH dipercayakan kepada Dr. Zulfarizal, M.A.

Dipililhnya Prodi IAT dan IH sebagai prodi awal Fakultas Ushuluddin berdasarkan adanya kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap kehadiran sarjana yang dapat memberikan pencerahan dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalah keagamaan yang dihadapi oleh masyarakat. Problem-problem baru yang muncul dalam masyarakat saat ini, tentunya membutuhkan penyelesaian baru, membutuhkan penafsiran baru yang sesuai dengan konteks zaman dan konteks keindonesiaan. Pada titik inilah, sosok sarjana yang memiliki ilmu yang dalam di bidang tafsir dan hadis menjadi sangat diperlukan kehadirannya.

Dengan berdirinya Fakultas Ushluddin diharapkan mampu mencetak sarjana yang memiliki ilmu yang dalam di bidang Al-Qur’an dan Hadis, memiliki wawasan yang luas, dan berakhlakul karimah serta bisa menjadi pencerah di tengah masyarakat dan menjadi problem solver terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapai oleh masyarakat.

10 Views